Rembug Stunting Desa Grejeg 2026: Perkuat Sinergi, Cegah Stunting Sejak Dini

29 September 2026
Admin Desa
Dibaca 24 Kali
Rembug Stunting Desa Grejeg 2026: Perkuat Sinergi, Cegah Stunting Sejak Dini

GREJEG, TAMBAK — Pemerintah Desa Grejeg, Kecamatan Tambak, menggelar Rembug Stunting Desa Grejeg Tahun 2026 di Balai Desa Grejeg, Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Desa Grejeg.

Rembug stunting dihadiri Plt. Camat Tambak, Kepala Puskesmas Tambak, Bidan Desa Grejeg bersama kader Posyandu, Pendamping Desa Grejeg, perwakilan PKK Desa Grejeg, serta seluruh perangkat Desa Grejeg.

Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai faktor yang berpengaruh terhadap munculnya stunting sekaligus merumuskan langkah-langkah yang dapat dilakukan secara bersama-sama di tingkat desa.

Kepala Puskesmas Tambak (Zulfian Nasrullah) dalam pemaparannya menjelaskan bahwa stunting berkaitan erat dengan kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam jangka panjang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting, mulai dari kurangnya asupan gizi pada ibu hamil dan janin, pola asuh serta pemberian makanan yang kurang tepat, infeksi berulang pada anak, kondisi sanitasi dan akses air bersih yang belum optimal, hingga faktor sosial ekonomi dan kesehatan ibu.

“Pencegahan stunting perlu dilakukan secara menyeluruh dan dimulai sedini mungkin. Tidak hanya pada balita, tetapi juga sejak remaja, calon pengantin, masa kehamilan, hingga periode menyusui,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut dari pembahasan tersebut, Rembug Stunting Desa Grejeg menetapkan sejumlah program prioritas untuk mendukung percepatan penurunan stunting, diantaranya:

Program pertama adalah peningkatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu dengan mengedepankan makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan menarik bagi balita. Program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

Selanjutnya, Pemerintah Desa Grejeg mendorong edukasi dan pendampingan bagi remaja serta calon pengantin. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan stunting sejak dini, dengan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan, gizi, dan kesiapan sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.

Program prioritas berikutnya adalah edukasi dan pendampingan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki balita. Pendampingan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pemenuhan gizi, pola asuh, kesehatan ibu dan anak, serta pemantauan tumbuh kembang secara berkala.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Rembug Stunting Desa Grejeg menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Peran pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, pendamping desa, keluarga, dan masyarakat diperlukan agar program pencegahan dapat berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.

Melalui forum ini, Pemerintah Desa Grejeg berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan pelaksanaan program yang berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, Desa Grejeg terus berupaya membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta mewujudkan generasi desa yang sehat, berkualitas, dan memiliki masa depan yang lebih baik.